Laman

Sabtu, 28 April 2012

Perhitungan Produksi dan Perhitungan Ongkos Produksi Alat Pemindahan Tanah Mekanis


PERHITUNGAN PRODUKSI
ALAT PEMINDAHAN TANAH MEKANIS

A.    MEMPERKIRAKAN PRODUKSI BULLDOZER

Produksi bulldozer di hitung bila dipergunakan untuk mendorong yanah dengan gerakan gerakan yang teratur, misalnnya pada penggalian selokan, pembuatan jalan raya, penimbunan kembali (Back Filling) dan penumpukan atau penimbunan (Stock Filling).
Data yang diperlukan untuk menghitung produksi perhitungan bulldozer adalah:

1.      Waktu tetap (memindahkan gigi, berhenti)
2.      Waktu mendorong muatan
3.      Waktu kembali ke belakang
4.      Jarak lintasan ( pulang pergi)
5.      Kapasitas bilah (Blade Capacity)
6.      Faktor pengembangan (Swell Factor)
7.      Efisiensi Kerja

Berdasarkan data-data di atas, maka produksi bulldozer dapat di hitung dengan menggunakan rumus:

 
Dimana :
P          = Produksi bulldozer
E          = Efisiensi kerja
I           = Swell Factor (faktor pengembangan)
H         = Kapasitas Blade
Ct        = Cycle time (waktu daur/edar)

Rumus lain yang dapat digunakan untuk menghitung produksi  bulldozer adalah:

a.       P                = PMT x FK
b.      PTM          = KB x T
c.       T                = 60/ Ct
d.      Ct              = J/F x J/R x Z
Dari rumus-rumus di atas dapat disederhanakan menjadi :

Dimana :
P          = Produksi bulldozer
PTM    = Produksi maksimum teoritis dengan efisiensi 100%
m2/jam
FK       = Faktor koreksi
KB       = Kapasitas bilah ( m3 )
T          = Lintasan/jam
Ct        = Waktu daur/edar (Cycle time), menit
J           = Jam kerja (menit)
F          = Kecepatan (Forward velocity), meter/menit
R          = Kecepatan mundur (Reserve velocity), meter/menit
Z          = Waktu tetap (menit)

-          Perhitungan Produksi Bulldozer Untuk Pembabatan ( Clearing )

Dalam pekerjaan pembabatan, pepohonan yang harus dirobohkan mempunnyai ukuran yang bermacam-macam, oleh karenaitu untuk memperkirakan waktu yang diperlukan oleh bulldozer untuk merubuhkan pepohonan dipergunakan persamaan :


Dimana :
T          = Waktu yang diperlukan untuk merobohkan pepohonan
untuk lapangan kerja seluas acre (0,047 km2), menit
B          = Waktu yang menjelajahi lapangan seluas 1 acre tanpa
merobohkan pepohonan, menit
M         = Waktu untuk merobohkan pepohonan yang memiliki
diameter tertentu, menit
N         = Jumlah pohon tiap acre untuk selang ( interval ) diameter
Tertentu
D         = Jumdiameter semua pohon yang mempunyai diameter > 6
ft tiap acre, feet.
F          = Waktu untuk merobohkan per feet, diameter pepohonan
yang mempunyai diameter > 6 ft, pada lapangan yang
datar

B.    MEMPERKIRAKAN PRODUKSI DUMP TRUCK

Untuk melakukan perhitungan terhadap produksi dump truck secara teoritis diperlukan data dari alat dan keadaan lapangan.
Data-data yang diperlukan antara lain :

1.      Data teknis yang meliputi :

-          Kapasitas mujung (cuyt)
-          Berat kosong (lbs)
-          Kekuatan mesin (HP)
-          Efisiensi mekanis (%)
-          Kecepatan meksimum tiap-tiap gear (mph)

2.      Keadaan lapangan yang meliputi :

-          Jarak tempuh
-          Lokasi tempat kerja ( dekat atau tidaknya terhadap permukaan air laut
-          Rolling Resistance” (lb)
-          Coeficient Otration” (%)
-          Swell Factor
-          Bobot isi (lb/cuyt)
Setelah didapatkan data-data di atas maka langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan terhadap waktu edar.
Waktu edar dump truck terdiri dari :
1.      Waktu Tetap

Waktu tetap terdiri dari waktu mengisi, mengosongkan, membelok dan waktu untuk mencapai kecepatan maksimum.

2.      Waktu Untuk Mengangkut Muatan

Sebelum menghitung waktu mengangkut muatan, maka harus terlebih dahulu mengetahui data-data sebagai berikut:
-          Berat kendaraan
-          Berat muatan
-          Kemampuan roda gerak dalam menerima RP (lb)
-           
Waktu untuk mengangkut muatan diperoleh dengan menjumlakan waktu yang dibutuhkan untuk mengangkut muatan pada jarak dan kemiringan tertentu yang sudah di klasifikasikan dalam jalur terlebih dahulu, misalnya: jalur AB diketahui mempunyai jarak 1600 ft dengan kemiringan 0%. Jalur BC mempunyai lintasan dengan jarak 1200 ft dengan kemiringan -9% (jalur turun), maka tiap-tiap jalur tersebut harus dihitung waktu yang dibutuhkan oleh dump truk untuk kembali kosong dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Jadi waktu edar dump truck dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut:
Ct = Waktu tetap + Waktu angkut + Waktu kembali kosong
Sedangkan untuk produksi dump truck dapat dihitung dengan rumput sebagai berikut

Dimana :
P               = Produksi dump truck
E               = Efisiensi kerka
I                = Swell Factor
H              = Kapasitas bak truck
Ct             = Waktu edar


C.    MEMPERKIRAKAN PRODUKSI POWER SHOVEL/ BACKHOE

Ada dua metrode yang digunakan untuk menghitung produksi Beckhoe, yaitu :

1.      Metode Tabel ( Tabular Method)
2.      Direct Cumputation Method” (menghitung produksi dumptruck dan bulldozer).
Pehitungan dengan mengguanakan metode tabel agak berbeda dengan metode tang sebelumnya karena haru mengguanakan tabel khusus yang dibuat oleh para pembuat alat yang digunakan. Tabel tabel tersebut dibuat dengan mengingat adanya faktor-faktor yang mempengaruhi prodeksinya, yaitu:

-          Jenis material yang digali
-          Kedalaman penggalian
-          Sudut putar
-          Kondisi kerja
-          Kondisi pengolahan
-          Ukuran alat angkut
-          Pengalaman dan keterampilan operator
-          Keadaan fisik dan alat
-          Ketinggian dari permukaan air laut

D.     MEMPERKIRAKAN PRODUKSI ALAT MUAT WHEEL LOADER

Wheel loader adalah salah satu alat muat yang kini dipergunakan karena gerakannya yang lincah dan gesit. Tetapi apabila dipergunakan untuk pekerjaan di daerah berlumpur atau berbatu tajam seperti Quarry andesit, maka sebaiknya roda-roda karet dilindungi dengan rantai baja (stell beats).
Wheel loader memiliki sebuah bucket yang dipergunakan untuk menggali, mengangkat dan mengangkut ke suatu tempat. Yang tak jauh atau langsung dimuatkan ke alat anggkut yang letaknya sama tinggi dengan tempat wheel loader bekerja. Daya jangkau mangkuknya terbatas (tidak terlalu tinggi).
Untuk melakukan pekerjaan menggali, maka bucket harus di dorong kearah permukaan kerja. Jika bucket telah penuh “primer mover” mundur dan bucket di angkut ke suatu tempat penimbunan atau dimuatkan ke atas alat anggkut. Bila gerakan pemuatan itu berbentuk huruf “V” maka cara pemuatan ini di sebut :” V- shape loading “. Cara pemuatan yang lain  disebut “cross loading” yaitu bila gerakan wheel loader hanya maju mundur, dan gerakan trucknya juga maju mundur tetapi memotong arah gerak wheel loader.
Untuk menghitung jumlah prodeksi wheel loader rumus yang digunakan samadengan rumus produksi backhoe, hanya di bedakan pada pengambil;an data cycle time. Untuk Wheel Loader gerakannya adalah menggali, manufer bermuatan, memuat, manuver kosong.

E.    EFESIENSI KERJA ALAT MEKANIS

Efisiensi kerja adalah perbandingan antara waktu kerja efektif dengan waktu kerja yang di sediakan oleh perusahaan. Efesiensi kerja dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:


F.    PENILAIAN TERHADAP EFEKTIFITAS DAN KONDISI ALAT

Untuk melakukan penilaian terhadap efektifitas dan kondisi alat mekanis, perlu dilakukan terhadap masing-masing komponen berikit:

1.      Avaibility Index
Merupakan suatu cara untuk mengetahui kondisi mekanis alat yang sesunggunya dari alat yang sedang dipergunakan
Persamaan yang digunakan adalah :

Dimana :        W        = “Working hourse” atau jumlah jam kerja
                      R         = “Repair hourse” atau jumlah jam untuk
Perbaikan
Keterangan :
W         = Waktu yang dibebankan kepada seorng operator suatu
alat yang dalam kondisi padat dioprasikan, artinya tidak rusak. Waktu ini meliputi pula tiap hambatan yang ada. Termasuk dalam hambatan tersebut adalah waktu untuk pulang pergi ke front kerja, pindah tempat, pelumasan dan pengisian bahan bakar, hambatan karena keadaan cuaca.
R          = Waktu untuk perbaikan dan waktu yang hilang karena
menunggu saat perbaikan termasuk juga waktu untuk penyediaan suku cadang serta waktu perawatan preventif.

2.      Physical Avaibillity / Operational Avaibility

Merupakan catatan mengenai keadaan fisik dari alat yang sedang dipergunakan. Persamaannya adalah:


Dimana :
S                  = “Standby Hours” atau jumlah jam suatu
alat yang tidak dapat dipergunakan padahal alat tersebut tidak rusak dan dalam keadaan siap oprasi.
W + R + S   = “Schedulet Hours” atau jumlah seluruh
jam jalan dimana alat di jadwalkan untuk beroprasi

3.      Use Of Avaibillity

Menunjukan berapa persen waktu yang dipergunakan oleh suatu alat untuk beroprasi pada saat alat tersebut dapat di pergunakan (Avaibillity). Persamaan yang digunakan adalah sebagai berikut:
  
Angka “Use Of Avaibillity” biasanya dapat memperlihatkan seberapa efektif suatu alat yang tidak sedang rusak dapat dimanfaatkan. Hal ini dapat menjadi ukuran seberapa baik menejemen peralatan.

4.      Effective Utilization

Menunjukan berapa persen dari seluruh waktu kerja yang tersedia dapat dipergunakan untuk kerja efektif. Efective Utilization sebenarnya sama dengan pengertian efesiensi kerja.
Persamaan yang digunakan adalah:

 
Dimana :

W+R+S+T  = “Total hours available” atau “schedule
hours atau jumlah jam kerja yang tersedia
G.    PENILAIAN TERHADAP FAKTOR KESERASIAN (MATCH FACTOR)
Untuk menyatakan keserasian (synchronization) kerja alat muat dengan alat angkut dapat dilakukan penilaian terhadap faktor keserasian (match factor), yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Dimana :
Na   = Jumlah alat angkut, buah
Nm  = Jumlah alat muat, buah
Ctm = Waktu edar alat muat, menit
Cta  = Waktu edar alat angkut

Bila hasil dari perhitungan ternyata :

a.       Faktor keserasian < 1. Maka alat muat akan sering menganggur
b.      Faktor keserasian > 1. Maka alat angkut kan sering menganggur.
c.       Faktor keserasian = 1. Maka alat angkut dan alat muat akan sama-sama sibuk ( sudah serasi ) dan tidak ada yang menunggu.

PERHITUNGAN ONGKOS PRODUKSI

Ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan dalam menghitung ongkos produksi suatu alat mekanis yaitu:
1.      Ongkos Pemilikan (ownership cost), yang terdiri dari :

a.       Depresiasi (depreciation), yang dihitung dengan menjumlahkan harga beli alat, ongkos angkut, ongkos muat, ongkos bongkar dan ongkos pasang, dibagi dengan umur alat yang bersangkutan.

b.      Bunga, pajak dan asuransi. Diambil 10% ( bunga 6%, pajak 2% dan asuransi 2%), dari penanaman modal tahunan yang dapat dihitung dengan rumus berikut:


-          Penanaman modal tahunan

 
-          Ongkos bunga pajak dan sebagainya

 
Dimana : n = Umur alat

2.      Ongkos Operasi ( operation cost ), yang terdiri dari :
a.       Ongkos penggantian ban, yaitu harga ban baru dibagi dengan umurnya
b.      Ongkos reparasi ban, misalnya untuk vulkanisir dan menambal
c.       Ongkos reparasi umum, termasuk harga suku cadang (spare parts) dan ongkos pasang serta ongkos perawatan.
d.      Ongkos bahan bakar. Cara menghitung pemakaian bahan bakar adalah sebagai berikut: untuk mesin disel rata-rata dibutuhkan 0,04 galon/HP/jam.
e.       Ongkos minyak pelumas dan gemuk(grease), termasuk ongkos buruhnya.

Banyaknya pemakaian minyak pelumas oleh alat muat dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

 
Dimana :
Q       = Jumlah minyak pelumas yang dipakai, gph
HP     = Kekuatan mesin, HP.
C       = Kapasitas crankcase, liter (Kapasitas tangki)
T        = Jumlah jam penggantian pelumas. Jam
                       
f.       Upah pengemudi termasuk asuransi dan tunjangan

Jumlah ongkos pemilikan (ownership cost) dan ongkos operasi (operation cost) tersebut di atas hanya merupakan ongkos alat tiap jam tidak termasuk keuntungan, dan overhead cost.
Untuk mengetahui berapa ongkos produksi yang dikeluarkan perusahaan penambangan untuk pemuatan dalam satu bulan adalah dengan mengalikan ongkos perjamnya dengan jumlah jam kerja dalam satu bulan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar